Risan Bagja

Mendadak Cipanas

📅

·

📁 Travel

·

🏷 Jawa barat, Indonesia, Putih abu

Mendadak Cipanas
Mendadak Cipanas

Seperti biasa siang itu saya patroli di sekitar kantin kampus. Bengong tidak ada kerjaan. Aktifitasnya: makan, minum, merampungkan pesanan desain, ngobrol ngalor-ngidul, main kartu, lalu ketiduran menunggu sang kekasih.

Lalu tiba-tiba datanglah segerombolan anak BM3 (ekskul bola di sekolah). Mungkin didorong rasa iba, akhirnya mereka datang menghampiri saya yang setengah terlelap. Maka terjadilah percakapan kurang lebih seperti di bawah ini:

Anak BM: “Cung ikut yuk!"
Saya: “Ikut? Ikut kamana?"
Anak BM: “Kita maen ke Cipanas Garut!"
Saya: “Hah? Kapan?"
Anak BM: “Sekarang, kalau mau kita tungguin.”

Tanpa tedeng aling-aling saya pun meng-iya-kan itikad baik mereka. Saya bergegas pulang mengemas sejumlah (maaf) celana dalam untuk basah-basahan.

Menjelang sore hari, anak-anak BM ditambah saya pergi berangkat ke Cipanas, Garut. Saat itu kami menggunakan dua unit kendaraan pribadi milik anggota BM (saya lupa mobil siapa, hehehe).

Di tengah perjalanan kami singgah di sebuah warung kecil yang menjajakan Soto Ayam dan Soto Babat. Tuntas mengisi perut, perjalanan menuju Cipanas pun dilanjutkan. Tidak lama berselang, kurang dari 4 jam perjalanan akhirnya kami sampai di Cipanas.

Di sana kami menyewa sebuah penginapan untuk bermalam. Penginapan yang kami tempati terbuat dari beton yang dipadu dengan bilik-bilik bambu. Penginapan itu sendiri memiliki dua buah kamar tidur, satu ruang tamu, dan bak berendam air panas.

Eza & Uus.
Eza & Uus.

Mengisi perut yang lapar sebelum melanjutkan perjalanan.
Mengisi perut yang lapar sebelum melanjutkan perjalanan.

Tidak absen nonton Persib.
Tidak absen nonton Persib.

Kandidat L-Men dari Cipanas.
Kandidat L-Men dari Cipanas.

Melihat foto syur di atas saya jadi teringat, foto ini merupakan salah satu potongan dari video syur kami. Ceritanya kami sedang membuat video syur untuk menyemangati teman kami Om Arif yang sedang jatuh sakit (kenapa harus bertelanjang dada?). Dan yang paling tidak terduga adalah video syur tersebut dipertontonkan di depan teman seangkatan saat malam keakraban! Beruntung saat itu UU tentang pornografi belum disahkan. Hahahaha.

Berendam bersama dalam satu bak.
Berendam bersama dalam satu bak.

Esoknya setelah berendam di pemandian Cipanas dekat penginapan dan setelah menyantap baso Cuanki, kami semua kembali pulang ke Bandung. Membawa pulang foto dan video syur yang dikemudian hari diperlihatkan di depan umum.

Pesan Moral: Wahai pemuda-pemudi! Jangan sekali-kali membuat, merekam, menyimpan, menyebarluaskan konten yang mengandung unsur pornografi dan atau pornoaksi!

Foto dari Unsplash oleh Forrest Cavale.